Simon McMenemy: Bhayangkara FC Serupa Leicester City

Simon McMenemy: Bhayangkara FC Serupa Leicester City

10f29c98-5e78-4228-a438-002233c35de8_43

Bandar Casino Terpercaya – Sevenbola.net – Bhayangkara FC menjadi salah satu kandidat kuat juara Liga 1. Si pelatih, Simon McMenemy, menyebut ada kemiripan antara tim asuhannya dengan Leicester City.

Perjalanan Bhayangkara FC di Liga 1 musim ini terhitung mengejutkan. Sebagai klub yang baru berdiri pada 2015, mereka berhasil duduk di puncak klasemen dengan raihan 46 poin.

Pencapaian itu mereka dapat setelah mengalahkan Persipura Jayapura 2-1 akhir pekan lalu di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Kemenangan pun sangat dramatis, setelah Ilham Udin Armayn melesakkan gol di pengujung pertandingan.

Memang, perjalanan Liga 1 masih menyisakan 11 laga lagi, tapi apa yang sudah ditorehkan klub berjuluk The Guardian ini bisa dikatakan sangat istimewa. Dalam 10 laga terakhir pun mereka berhasil memetik delapan kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.

Bukan sesuatu yang salah jika Bhayangkara FC bermimpi menjadi juara liga. Seperti halnya ketika Leicester meraih juara Premier League di musim 2015/2016, mengalahkan dominasi klub-klub sekelas Manchester United, Chelsea, Arsenal, Liverpool, sampai Manchester City.

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa kami Leicester, tapi kami serupa. Setahun setelahnya Leicester tidak bagus tidak ada kejutan lagi,” kata Simon kepada¬†ESPN.

“Tim-tim lebih tertarik untuk menghentikan kami daripada mencoba mengalahkan kami. Ini adalah pujian. Tahun depan akan berbeda dan kami tidak dapat bersaing dalam bursa transfer dengan klub yang lebih besar,” sambungnya.

Lahirnya Bhayangkara FC tak lepas dari dualisme Persebaya Surabaya yang main di Liga Primer Indonesia dan mengubah nama menjadi Persebaya 1927. Tak ingin kota Surabaya kehilangan wakil di Liga Super Indonesia, Wisnu Wardhana menarik Persikubar Kutai Barat ke Surabaya di bawah PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), untuk kemudian berubah nama menjadi Persebaya Surabaya.

Rangkaian polemik terkait nama Persebaya pun terjadi. Tim Persebaya bentukan PT MMIB berubah menjadi Persebaya United, Bonek FC, Surabaya United, Bhayangkara Surabaya United, dan kini Bhayangkara FC.

Perubahan nama menjadi Bhayangkara FC terjadi setelah merger dengan PS Polri. Mereka pun kini menyewa Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai kandang. Namun, sejauh ini The Guardian belum punya kelompok suporter yang besar. Laga kandangnya pun selalu sepi penonton.

“Kami tidak memiliki banyak fans, bahkan saat bermain di kandang kami tidak didukung 30.000 fans, begitu juga di laga tandang. Pasti luar biasa bermain di depan 30.000 fans, tapi tentu ada tekanan yang menyertainya,” sambung pria asal Skotlandia itu.

Simon juga menambahkan bahwa sesungguhnya Bhayangkara cuma memasang target finis di lima besar. Akan tetapi, dia mau timnya mengakhiri musim di posisi tiga besar, yang artinya merebut tiket ke kompetisi Asia. Link Alternatif Sbobet